Fahrizal Edukasi Pemilihan Sampah Bagian Penting Program Gerakan Indonesia Asri
- account_circle EdonkRedaksi
- calendar_month Kam, 3 Sep 2026
- visibility 28

PANGKALPINANG ,-Tugasnegara.com Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pangkalpinang mendorong masyarakat mulai memilah sampah sejak dari sumbernya. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi penumpukan sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Kepala DLH Kota Pangkalpinang Fahrizal mengatakan, edukasi pemilahan sampah menjadi bagian penting dalam program Gerakan Indonesia Asri yang dijalankan Pemkot Pangkalpinang.
“Ini menjadi edukasi juga buat masyarakat bahwa memilah sampah itu penting. Ini dalam rangka juga mengurangi penumpukan sampah kita di TPA,” kata Fahrizal kepada para jurnakis Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, pengelolaan sampah harus dilakukan secara berkesinambungan dari hulu hingga hilir. Karena itu, pemilahan sejak awal dinilai dapat mengurangi beban pengelolaan sampah di TPA.
“Programnya berkesinambungan dari hulu ke hilir. Harapannya dengan mulai memilah dari sumber, dari awal, tidak memberatkan beban TPA pada akhirnya,” ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, sebanyak 15 paket tempat sampah dengan lima kategori akan ditempatkan di sejumlah ruang publik. Lokasinya meliputi Alun-Alun Pangkalpinang, Taman Wilhelmina, dan Bukit Dealova.
Fahrizal berharap keberadaan tempat sampah terpilah tersebut juga dapat membantu meminimalisir munculnya sampah liar di ruang publik.
“Hari ini kita berperang melawan sampah-sampah liar. Mudah-mudahan dengan ada tempat-tempat seperti ini, meminimalisir timbulnya sampah liar, dan ini bisa kita kelola dengan baik,” katanya.
Ia menjelaskan, masing-masing warna pada tempat sampah memiliki kategori berbeda. Warna hijau diperuntukkan bagi sampah organik, kuning untuk sampah anorganik, merah untuk limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), biru untuk karton, kertas dan kardus, sedangkan abu-abu untuk sampah residu.
DLH juga akan menambahkan stiker atau keterangan pada setiap tempat sampah sebelum ditempatkan di ruang publik. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat lebih mudah memahami jenis sampah yang harus dimasukkan ke masing-masing wadah.
“Nanti kami tambahkan tulisan atau stikernya sebelum ditaruh di tempat-tempat publik, biar masyarakat juga tahu,” ujar Fahrizal.
- Penulis: EdonkRedaksi

Saat ini belum ada komentar