Ketua DPRD Babel Terima Audensi Aliansi Umat Islam Bangka Belitung, Soal Krisis BBM
- account_circle EdonkRedaksi
- calendar_month Sel, 27 Okt 2026
- visibility 97

PANGKALPINANG,-Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya,S.H.M.H. menerima audiensi dari Aliansi Umat Islam Bangka Belitung di ruang kerjanya, Selasa (27/10/2026).
Pertemuan tersebut membahas keluhan masyarakat terkait antrean panjang kendaraan di SPBU serta melonjaknya harga bahan bakar minyak (BBM) eceran di sejumlah wilayah Bangka Belitung yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.Menanggapi keluhan tersebut, DPRD Babel nantinya akan mengagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas sektor.
Didit menyampaikan bahwa pihaknya telah melayangkan undangan resmi kepada General Manager (GM) Pertamina, Kapolda Babel, pemerintah daerah, hingga seluruh pemilik SPBU se-Babel untuk hadir pada Kamis (29/10/2026) pukul 13.00 WIB di Ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Babel.
Didit menegaskan bahwa persoalan antrean BBM ini telah berada di luar batas kewajaran karena tidak hanya mengganggu aktivitas harian warga, tetapi juga memukul perekonomian daerah. Ia mengungkapkan, sejumlah pedagang melaporkan kerugian besar akibat kesulitan mendapatkan BBM untuk menyuplai pasokan barang, bahkan ada komoditas yang membusuk akibat keterlambatan distribusi.
“Ini menurut kita sudah di luar batas kewajaran. Maka sudah kita pertanyakan kendala-kendala ini di mana. Kalau ini dibiarkan, saya khawatir ini akan menjadi masalah sosial di Bangka Belitung,” kata Didit kepada wartawan.
RDP nantinya bertujuan untuk mengurai benang kusut distribusi BBM serta merumuskan solusi konkret tanpa saling menyalahkan.
Menurut Didit, antrean panjang di SPBU juga berdampak pada ranah sosial-keagamaan karena banyak warga yang menyita waktunya hingga terpaksa melewati waktu ibadah Sholat.
“Kita ke depan tidak mencari masalah, tetapi mencari solusi. Kami berharap seluruh pihak dapat membangun koordinasi konkret demi memastikan kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi dan aktivitas ekonomi berjalan baik,” tegas Didit.
Sementara itu, Koordinator Aliansi Umat Islam Bangka Belitung, Sofiyan Rudianto, mengungkapkan bahwa situasi distribusi BBM di Babel saat ini sudah sangat meresahkan dan membutuhkan penanganan cepat dari pimpinan daerah.
Sofiyan menjelaskan bahwa kehadiran perwakilan ulama dan tokoh masyarakat ke DPRD Babel adalah untuk mendesak DPRD Babel memfasilitasi pertemuan mendesak dengan pihak Pertamina terkait dengan maslah BBM .
Aliansi meminta Pertamina menambah jam operasional SPBU dan memperbanyak kuota alokasi, terutama bagi sektor nelayan yang sangat bergantung pada BBM subsidier untuk melaut.
“Kami dari Aliansi Umat Islam Bangka Belitung yang tergabung dari para ulama dan tokoh umat bermaksud menyampaikan permohonan audiensi guna menyikapi panjangnya antrean kendaraan di SPBU yang sudah berlangsung cukup lama dan semakin menyusahkan masyarakat,” ujar Sofiyan.
Selain masalah antrean, Aliansi Umat Islam Babel menyoroti melonjaknya harga BBM jenis Pertalite di tingkat pengecer.
Berdasarkan data lapangan yang tertuang dalam surat permohonan audiensi tertanggal 26 Oktober 2026, harga eceran Pertalite di Kota Pangkalpinang telah menembus angka Rp14.000 hingga Rp15.000 per liter. Bahkan, di Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, harganya melonjak drastis hingga mencapai Rp17.000 per liter.
Hal yang sama di sampaikan ulama lainya Saipul. Kelangkaan dan antrean BBM dinilai memicu lonjakan biaya logistik dan transportasi umum darat. Salah seorang perwakilan ulama membeberkan bahwa ongkos angkut armada logistik lintas daerah mengalami kenaikan 100 persen, dari yang sebelumnya Rp2.000 per kilogram kini membengkak menjadi Rp4.000 per kilogram.
Pihak Aliansi Umat Islam secara tegas juga menyatakan dukungannya kepada aparat penegak hukum (APH) untuk menindak tegas pihak-pihak maupun oknum yang bermain atau mendistribusikan BBM bersubsidi secara tidak sah hingga memicu ketersediaan BBM bersubsidi tersebut.
- Penulis: EdonkRedaksi

Saat ini belum ada komentar