Rapat Pengendalian Ekonomi Inflasi Daerah Zoom meeting oleh Kemendagri RI
- account_circle EdonkRedaksi
- calendar_month Sen, 13 Apr 2026
- visibility 58

Senin 13 April 2026, Smart Room Center (SRC) Lt kantor Walikota Pangkalpinang.
Rapat Pengendalian Ekonomi inflasi daerah melalui Zoom Meeting oleh Kemendagri RI.
Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris daerah kota Pangkalpinang Mewakili Walikota Pangkalpinang Juhaini mengikuti Rapat koordinasi Pengendalian ( Rakor inflasi) yang dipimpin oleh Kemendagri RI,Komjen Pol Drs Tomsi M.SI secara Virtual.
Kegairahan ini merupakan kegiatan rutin mingguan pemerintah Pusat untuk memantau pergerakan harga, menjaga stabilitas ekonomi, sekaligus mengevaluasi enam langkah konkret yang dilakukan daerah dalam menekan inflasi khusus nya komoditas pangan
Dalam kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah Daerah, Bank Indonesia dan instansi terkait, guna memastikan sinkronisasi kebijakan, termasuk dalam hal pemantauan stok dan distribusi bahan pokok.

Tomsi Tohir menegaskan dalam arahan nya pentingnya sinergi dalam pemerintah pusat dan daerah agar stabilitas harga tetap terjaga ditengah meningkatkan kebutuhan masyarakat.
Ia juga mengingatkan seluruh pemerintah daerah lebih serius dan fokus untuk pengendalian inflasi, dengan menyiapkan langkah langkah konkret guna mengantisipasi kebijakan harga maupun stok bahan pokok yang kerap menjadi pemicu utama terjadinya inflasi di seluruh daerah.
Sementara itu, Asisten l Daerah Perekonomian dan Pembangunan Drs Juhaini mengatakan memastikan laju inflasi dikota Pangkalpinang masih dalam kondisi terkendali pasca momentum hari Besar Keagamaan Nasional.
Namun potensi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan tetap menjadi perhatian serius .
Ia menjelaskan, tingkat inflasi kota Pangkalpinang saat ini berada di angka 1,41 persen dengan indeks harga konsumen ( HK) sebesar 170,40.
Angka ini sangat relatif ,artinya terkendali dengan target Nasional 2,5 persen.ini sudah cukup baik pasca Hari Besar Keagamaan , imbuh Juhaini dalam Wawancara dengan Awak media.
Selain itu , tekanan juga datang dari kenaikan tarif angkutan udara akibat lonjakan mobilitas saat lebaran, serta komiditas pangan strategis seperti daging,ayam ras , bayam,cumi cumi dan udang. Sementara dari sektor non pangan emas dan perhiasan turut menjadi pemicu Inflasi.
Pihak Pemerintah kota Pangkalpinang tetap berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap instruksi dari Kemendagri RI.
Sementara dalam upaya mengendalikan inflasi ini Juhaini mengatakan Pemerintah kota Pangkalpinang masih tetap berpedoman pada roadmap pengendalian inflasi 2025 – 2027 melalui strategi yakni, Keterjangkauan harga, Ketersedian pasokan, kelancaran distribusi komunikasi efektif.
- Penulis: EdonkRedaksi

Saat ini belum ada komentar