Soeratin 2026 Tak Digelar Aliansi Pecinta Sepakbola Babel Siapkan Audiensi
- account_circle EdonkRedaksi
- calendar_month Jum, 11 Sep 2026
- visibility 62

PANGKALPINANG — Harapan ratusan pesepak bola muda di Bangka Belitung untuk tampil dalam kompetisi Soeratin U-13, U-15, dan U-17 tingkat Asprov PSSI Babel tahun 2026 terancam pupus.
Kompetisi yang selama ini menjadi wadah pembinaan dan pencarian bakat pemain muda tersebut disebut tidak digelar.
Kondisi ini memicu kekecewaan dari Aliansi Masyarakat
Pecinta Sepakbola Babel. Mereka menilai, tidak adanya kompetisi usia dini dan Liga 4 menjadi persoalan serius bagi keberlangsungan pembinaan sepak bola di daerah.
Kekecewaan tersebut disampaikan Ketua Klub Babel Jaya FC sekaligus pelatih, Bachtiar Hamid. Ia mengatakan, pihaknya telah jauh-jauh hari mempertanyakan kepada pengurus Asprov PSSI Babel mengenai kepastian pelaksanaan kompetisi.
“Kompetisi Soeratin U-13, U-15, dan U-17 yang didambakan anak-anak Babel pupus. Harapan pesepak bola muda sirna karena kompetisi tidak digelar,” ujar Bachtiar.
Menurutnya, ketidakjelasan informasi mengenai pelaksanaan kompetisi membuat masyarakat sepak bola, pelaku sepak bola, orang tua pemain, hingga ratusan pesepak bola muda merasa kecewa.
Bachtiar menilai, pengurus Asprov PSSI Babel seharusnya mengupayakan agar kompetisi tetap terlaksana, baik melalui Soeratin maupun Liga 4.
“Kalau memang tidak sanggup menggelar karena dana terbatas, kan bisa kita rembuk dan ajak semua pemilik klub sepak bola Bangka Belitung untuk mencari solusi. Bukan dengan membiarkan,” tegasnya.
Ia juga mempertanyakan transparansi pengurus Asprov PSSI Babel dalam menyampaikan informasi terkait rencana kompetisi. Menurut Bachtiar, keterbukaan sangat penting agar klub, pemain, dan orang tua dapat mempersiapkan diri.
“Kita tahu kalau Asprov PSSI itu pasti mendapat subsidi dari PSSI pusat untuk menggelar kompetisi di setiap provinsi masing-masing dan juga dana hibah dari KONI provinsi,” katanya.
Bachtiar berharap persoalan tersebut tidak dianggap sepele. Ia menilai, kompetisi bukan sekadar pertandingan, melainkan bagian penting dari proses pembinaan atlet muda yang membutuhkan ruang untuk berkembang.
“Mereka zalim dengan anak-anak kita. Hak-hak anak-anak Babel dirampas. Kalau mereka tidak sanggup mengurus Asprov, silakan mundur baik-baik,” ujarnya.
Sebagai bentuk tindak lanjut, Bachtiar menyampaikan bahwa pihaknya akan membentuk aliansi masyarakat pecinta sepak bola Babel.
Aliansi tersebut rencananya melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Babel, Ketua KONI Provinsi Babel, serta Ketua Umum PSSI.
“Kami akan membentuk aliansi dan audiensi ke Ketua DPRD, Ketua KONI provinsi, serta Ketua Umum PSSI pusat. Mereka harus bertanggung jawab dengan masalah ini,” katanya.
Bachtiar juga meminta pengurus lama Asprov PSSI Babel tidak kembali mencalonkan diri sebagai ketua maupun pengurus pada periode berikutnya.
“Kami meminta pengurus lama untuk tidak mencalonkan diri lagi sebagai ketua maupun pengurus Asprov PSSI Babel periode berikutnya,” tegasnya.
- Penulis: EdonkRedaksi

Saat ini belum ada komentar