Wakil Walikota Dessy Ayutrisna hadiri Wisuda Sarjana Unmuh Babel Angkatan XVII Tahun Akademik 2025/2026
- account_circle EdonkRedaksi
- calendar_month Kam, 2 Jul 2026
- visibility 49

PANGKALPINANG,Wakil Wali Kota (Wawako) Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menghadiri dan memberikan ucapan selamat langsung kepada para lulusan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel) Angkatan XVII Tahun Akademik 2025/2026. Acara tersebut berlangsung khidmat di Auditorium Sofyan Tsauri, Bangka Tengah, Kamis (2/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, perempuan yang akrab disapa Cece Dessy ini mendoakan agar para wisudawan dan wisudawati diberikan kelancaran dalam memasuki dunia kerja serta mampu mewujudkan impian keluarga.
“Semoga para wisudawan dan wisudawati diberikan kemudahan oleh Allah untuk melangkah ke jenjang berikutnya, mendapatkan pekerjaan, dan diberikan masa depan yang cerah,” ujar Dessy kepada awak media usai acara.
Ia juga berharap momentum kelulusan ini dapat menghadirkan kebahagiaan nyata yang mampu membalas dedikasi orang tua yang telah membiayai perkuliahan. “Semoga bisa menjadi kebahagiaan untuk mewujudkan cita-cita orang tua dan dirinya sendiri,” tambahnya.
Pada wisuda angkatan ke-17 ini, Unmuh Babel resmi melepas sebanyak 156 orang sarjana baru. Jumlah tersebut melingkupi dua fakultas, dengan rincian 131 lulusan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta 25 lulusan dari Fakultas Teknik dan Sains (FTS).
Acara ini terasa spesial karena turut dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti. Dalam orasi ilmiahnya, Mendikdasmen memberikan peringatan keras kepada para lulusan agar tidak mengidap toga syndrome.
Menurut Abdul Mu’ti, toga syndrome adalah sebuah kondisi berbahaya di mana seseorang merasa tugas belajarnya telah usai hanya karena sudah memakai toga dan meraih gelar sarjana.
Lebih lanjut, ia mengingatkan generasi muda, khususnya Generasi Z, untuk membangun mentalitas yang tangguh dalam menghadapi era disrupsi, di mana banyak pekerjaan konvensional akan hilang di masa depan.
“Nilai IPK yang tinggi di atas kertas hanyalah modal awal, sementara penentu kesuksesan yang sesungguhnya di masyarakat adalah kekuatan karakter, integritas, dan kemampuan beradaptasi,” tegas Mendikdasmen.(*)
- Penulis: EdonkRedaksi

Saat ini belum ada komentar