Walikota Pangkalpinang Saparudin Serah Rumah Layak Huni di Kelurahan Air Kepala Tujuh
- account_circle EdonkRedaksi
- calendar_month Sel, 22 Sep 2026
- visibility 39

PANGKALPINANG,– Pemerintah Kota Pangkalpinang terus mendorong percepatan penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat. Langkah tersebut dilakukan melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial, serta berbagai pihak lainnya.
Wali Kota Pangkalpinang Prof Saparuddin menyampaikan hal tersebut saat meresmikan salah satu bantuan rumah layak huni bagi masyarakat. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada Arsari Tambang dan PT Mitra Stania Bemban yang telah memberikan dukungan terhadap program sosial di Kota Pangkalpinang, Selasa, ( 22/9/2026).
Menurut Saparuddin, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat, meskipun Arsari Tambang tidak beroperasi secara langsung di wilayah Kota Pangkalpinang.
“Pertama-tama tentu kami mengucapkan Terima kasih kepada Arsari Tambang, salam kami kepada para pimpinan dan direksi, juga direksi PT Mitra Stania Bemban atas bantuannya rumah layak huni yang kita resmikan pagi ini,” ujar Saparuddin.
Ia mengungkapkan, persoalan rumah layak huni masih menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah daerah. Berdasarkan data yang disampaikannya dalam sambutan, masih terdapat sekitar 2.900 rumah yang membutuhkan penanganan.
Sementara pada tahun ini, sebanyak 327 unit rumah telah mendapatkan program rehabilitasi.
“Alhamdulillah, ada 327 unit tahun ini kita rehab. Rumah layak huni kita rehab ada 327 dan ini lumayan besar sekali,” katanya.
Saparuddin menegaskan, upaya memenuhi kebutuhan rumah layak huni tidak hanya mengandalkan APBD. Pemerintah kota juga akan mengoptimalkan dukungan dari program CSR perusahaan serta lembaga lainnya, termasuk Baznas.
“Secara bertahap terus, kemudian juga dari Pemerintah Kota melalui APBD kita lakukan pembangunan seperti ini. Kemudian juga dari dana-dana CSR, kemudian juga dari Baznas,” ujarnya.
Legalitas Lahan Jadi Syarat Penting
Dalam sambutannya, Saparuddin juga mengingatkan masyarakat yang ingin memperoleh bantuan pembangunan maupun rehabilitasi rumah agar terlebih dahulu memastikan status tanah yang akan digunakan.
Ia menekankan bahwa lahan harus memiliki dasar hukum yang jelas atau clear and clean agar pembangunan rumah tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
“Yang pertama itu yang terpenting adalah lahannya. Lahannya harus clear and clean. Kalau misalnya belum diurus, silakan diurus,” tegasnya.
Saparuddin meminta perangkat kelurahan dan kecamatan membantu masyarakat dalam proses pengurusan legalitas tanah. Ia juga menyebut program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebagai salah satu program yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Pak Lurah sama Pak Camat harus wajib membantu untuk mengurus sertifikatnya, dan itu gratis. Ada program PTSL,” katanya.
Jika terdapat sengketa tanah, masyarakat diminta menyelesaikannya terlebih dahulu melalui musyawarah. Saparuddin menyebut keberadaan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) dan paralegal di tingkat kelurahan dapat dimanfaatkan untuk membantu penyelesaian persoalan hukum melalui jalur musyawarah.
“Kalau ada sengketa, itu harus diselesaikan dulu. Musyawarah. Di kelurahan itu ada Posbankum, ada paralegalnya yang akan membantu menyelesaikan urusan itu dengan musyawarah,” ujarnya.
Masyarakat Diminta Bersiap Hadapi Musim Hujan Selain persoalan perumahan, Saparuddin juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan menjelang musim hujan.
Ia meminta warga bersama RT dan RW secara rutin membersihkan selokan, halaman rumah, serta lingkungan sekitar untuk mengurangi potensi genangan dan banjir.
“Saya selalu mengingatkan, jangan lupa kita ini sebentar lagi menghadapi musim hujan. Selokan-selokan, samping rumah, halaman-halaman rumah dibersihkan,” katanya.
Ia juga mendorong agar kegiatan gotong royong kembali menjadi kebiasaan masyarakat, termasuk melalui kegiatan rutin di tingkat RT dan RW.
Menurutnya, lingkungan yang bersih tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga dapat membantu mengurangi risiko genangan air dan menciptakan kawasan permukiman yang lebih nyaman.
Dorong Warga Tanam Pohon
Saparuddin juga mengajak masyarakat Pangkalpinang untuk memperbanyak penanaman pohon di lingkungan permukiman.
Menurutnya, keberadaan pohon dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih teduh sekaligus menjadi bagian dari upaya masyarakat untuk menjaga keseimbangan lingkungan.
“Saya ingin masyarakat Pangkalpinang ini bersahabat dengan alam, bersahabat dengan lingkungan. Tanam pohon,” ujarnya.
Ia meminta lurah, camat, RT dan RW menggerakkan masyarakat untuk menanam pohon di ruang yang tersedia di sekitar rumah maupun lingkungan permukiman.
Saparuddin menekankan bahwa pembangunan kota tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur fisik, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan, penghijauan dan lingkungan.
“Kalau bersih, rapi, kita senang di tempat tinggal kita. Lingkungan itu penting,” katanya.
Melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, Pemkot Pangkalpinang berharap persoalan rumah tidak layak huni dapat ditangani secara bertahap, sekaligus menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih, sehat, hijau dan nyaman bagi masyarakat.
- Penulis: EdonkRedaksi

Saat ini belum ada komentar