Walikota Pangkalpinang Saparudin Tinjau Pasar pagi
- account_circle EdonkRedaksi
- calendar_month Sab, 12 Sep 2026
- visibility 42

PANGKALPINANG,— Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin Masyarif, meninjau kondisi Pasar Pagi Pangkalpinang, Sabtu (12/9/2026) pagi, setelah dilakukan penataan dan pembersihan di kawasan pasar tersebut.
Dalam peninjauan itu, Saparudin melihat aktivitas perdagangan di bagian bawah pasar sudah cukup padat. Kondisi tersebut membuat ruang berjualan yang tersedia dinilai tidak lagi sebanding dengan jumlah pedagang.
“Saya melihat Pasar Pagi ini yang pertama nampaknya sudah overload. Artinya, ruang berjualan lebih sedikit daripada pedagangnya. Jadi pedagangnya memang sudah banyak sekali,” kata Saparudin.

Menurutnya, kepadatan terlihat hampir di seluruh area bagian bawah pasar, termasuk kawasan yang seharusnya digunakan sebagai tempat parkir di dalam pasar.
Sementara itu, kondisi berbeda terlihat di lantai atas yang masih relatif kosong dan hanya ditempati satu hingga dua pedagang.
Melihat kondisi tersebut, Pemkot Pangkalpinang mulai mempertimbangkan pembangunan pasar baru untuk mengantisipasi semakin padatnya aktivitas perdagangan di Pasar Pagi.
Saparudin mengatakan sejumlah kawasan tengah disurvei untuk melihat lokasi yang dinilai strategis dan mudah diakses masyarakat. Dua kawasan yang saat ini sudah memiliki gambaran lebih jelas yakni Gerunggang dan Air Itam.
“Memang Pangkalpinang dengan perkembangan kota ini, kita membutuhkan beberapa pasar baru. Kami sedang melakukan survei terhadap titik-titik lokasi yang cukup strategis, sehingga memudahkan akses masyarakat untuk pergi dan pulang ke pasar,” ujarnya.
Ia menyebut pembangunan pasar baru tersebut paling cepat dapat mulai dianggarkan pada 2027 melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT).
Sebelumnya, Pemkot Pangkalpinang telah menganggarkan pembebasan lahan untuk kebutuhan pembangunan pasar. Jika proses pembebasan lahan dapat diselesaikan, pembangunan pasar nantinya dilakukan secara bertahap.
“Kalau secepatnya, tahun 2027 mungkin di ABT sudah ada. Kemarin kita sudah ada satu yang kita anggarkan untuk pembebasan lahan untuk pasar itu. Kalau sudah dibebaskan tinggal bangun,” jelasnya.
Untuk kebutuhan pasar baru, Saparudin mengatakan Pemkot setidaknya membutuhkan lahan sekitar setengah hektare yang sudah mencakup area parkir. Namun, ia berharap dapat memperoleh lahan dengan luas hingga satu hektare jika memungkinkan.
“Minimal setengah hektare, termasuk lahan parkir. Kalau bisa sehektare. Tapi susah mencari lahan sehektare satu hamparan yang tempatnya strategis,” tuturnya.
Rencana pembangunan pasar baru ini menjadi salah satu langkah Pemkot Pangkalpinang dalam menyesuaikan kebutuhan fasilitas perdagangan dengan perkembangan kawasan perkotaan.
- Penulis: EdonkRedaksi

Saat ini belum ada komentar